Sosialisasi Pencengahan ATM Digelar Digampong Lampaloh

Banda Aceh – Antisipasi banyaknya Kasus HIV di Banda Aceh, Plt. Kasi PMG Kecamatan Lueng Bata ajak masyarakat di Gampong Lampaloh untuk skrining berkala di fasilitas kesehatan.

Hal tersebut disampaikan saat hadiri acara Sosialisasi Pencegahan ATM di Gampong Lampaloh sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini penyebaran ATM (AIDS, Tuberkulosis dan Malaria) khususnya di Wilayah Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Selasa (28/7/2026).

Elfi Farisma, S.K.M Ahli Pertama Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menyampaikan bahwa data yang dihimpun sejak Tahun 2008 hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 918 orang pengidap HIV/AIDS di Kota Banda Aceh, 751 orang atau sebesar 81,8% mengidap HIV, sedangkan 166 orang lainnya terinfeksi AIDS dengan klasifikasi sebanyak 75% adalah warga yang berdomisili di luar Kota Banda Aceh.

Meskipun potensi penyebaran virus tersebut bisa melalui berbagai cara, namun dirinya menyebutkan bahwa sebagian besar penderita HIV/AIDS di Kota Banda Aceh terpapar akibat perilaku LGBT dan penyimpangan hubungan seksual seperti LSL (Lelaki Seks Lelaki).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Gampong Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh, Anugrah Dwi Prasetyo, S.STP yang hadir mewakili Camat Lueng Bata menyampaikan bahwa perilaku LGBT ini adalah perilaku menyimpang yang lebih sulit dideteksi daripada kasus-kasus lainnya seperti kenakalan remaja.

Sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini, dirinya berharap agar aparatur gampong aktif mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk melakukan pengecekan secara berkala di fasilitas kesehatan, terutama di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

“Penyakit (ATM) ini jauh lebih berbahaya daripada yang kita ketahui di media. Mungkin kalau kenakalan remaja seperti pria atau wanita yang berbusana tidak sesuai dengan syari’at bisa terlihat dengan jelas secara kasat mata. Tapi beda halnya dengan HIV, Penyakit ini bahayanya adalah bukan hanya karena tidak bisa di obati, tetapi karena gejala awal dari virus ini tidak bisa di deteksi dan tidak kelihatan”, ujarnya.

Tambahnya lagi, “Kasus HIV ini paling banyak disebabkan dari penyimpangan hubungan seksual seperti laki-laki dengan laki-laki, sehingga penderitanya juga lebih banyak pria daripada wanita, dan virus ini bisa menyebar dengan mudah untuk menginfeksi siapapun dan dimanapun, termasuk kita dan orang-orang di sekitar kita. Untuk itu, mari kita jaga bersama-sama, mulai dari diri sendiri, kita berikan juga edukasi kepada anggota keluarga dan ajak masyarakat di sekitar kita untuk tingkatkan lingkungan yang bersih dan aman, awasi pergaulan anak dan anggota keluarga kita, dan mari kita lakukan skrining kesehatan secara berkala di Puskesmas”, tutupnya.

Hingga saat ini, sebanyak 140 orang yang terpapar virus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh dinyatakan telah meninggal dunia, dimana 2 orang diantaranya meninggal dunia pada Tahun 2026 di RSUD Meuraxa dan RSUD Zainoel Abidin Kota Banda Aceh.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*